Faculty of Medicine

Sejarah Singkat

Keinginan dan wacana membuka Pendidikan Dokter di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebenarnya sudah lama ada. Akan tetapi secara serius dan tersistematis barulah dilakukan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph. D. Pada bulan November tahun 2005 dibentuklah Panitia Pembukaan Pendidikan Dokter di Universitas Nusa Cendana Kupang. Selanjutnya Panitia melakukan berbagai kegiatan mulai dari pejajagan, studi kelayakan dan sosialisasi secara nasional, di Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota se-NTT untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak baik secara nasional, provinsi NTT dan kota/kabupaten se-NTT. Melakukan studi banding ke berbagai Fakultas/Prodi Kedokteran yang sudah maju dan baru mulai di buka (Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Lampung dan Universitas Mataram).

Pada tanggal 24-25 April 2007, diselenggarakan Seminar dan Lokakarya “Pendirian Fakultas Kedokteran di Universitas Nusa Cendana” sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Nusa Cendana dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan antara Universitas Nusa Cendana dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada tanggal 5-7 September 2007 dilakukan Workshop tentang “Kurikulum Pendidikan Dokter di Universitas Nusa Cendana.” Pada akhir November 2007: Panitia Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana dipimpin oleh Rektor Undana didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang mengantarkan Proposal Pendirian FK Undana ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI, Departemen Kesehatan RI, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Komisi X DPR RI di Jakarta. Pada tanggal 13-15 Maret 2008 Panja Pendidikan Kedokteran Komisi X DPR RI mengadakan kunjungan Kerja Peninjauan Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran Prov. Nusa Tenggara Timur di Universitas Nusa Cendana.

Pada tanggal 21-23 Mei 2008 Tim Visitasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang terdiri dari dr. Djauhari, Prof. Qomariah dan dr. Untung Suseno melakukan visitasi kelayakan Pembukaan Program Studi Kedokteran di Universitas Nusa Cendana. Pada tanggal 11 Juli 2008 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI menerbitkan surat no.: 2122/D/T/2008 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter (S1) di Universitas Nusa Cendana. Disusul Surat Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana no. 170/PP/2008 tertanggal 20 September 2008 tentang Pendirian Fakultas Kedokteran pada Universitas Nusa Cendana dan Surat Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana no.: 171/KP/2008 tertanggal 22 September 2008 tentang Pengangkatan Dekan dan Pembantu Dekan pada Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Disusul dengan seleksi penerimaan mahasiswa dan pada awal Oktober 2008 dilaksanakan Kuliah Perdana Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang diikuti oleh 52 orang mahasiswa angkatan I (tahun 2008/2009).

Pendidikan Dokter di Universitas Nusa Cendana ini pada awalnya bermitra dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan sekarang sudah semi otonom. Sekarang kegiatan akademik sudah selesai tahun ke-9 dan akan memasuki tahun ke-10. Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana telah memiliki 414 mahasiswa (6 angkatan), 23 dosen tetap, 3 bangunan utama, laboratorium (terpadu dan ketrampilan klinis/CSL), perpustakaan, fasilitas teknologi informasi, sarana dan prasarana penunjang lainnya.


bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter